Pasca IMF Menaikkan Outlook AS, WTI Mendekati Dua Bulan Tertinggi

Bloomberg (23/12) – Minyak mentah West Texas Intermediate diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam dua bulan terakhir di tengah tanda-tanda pertumbuhan ekonomi akan berkelanjutan di Amerika Serikat, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

WTI Berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 2,8 persen pada minggu lalu. Produk domestik bruto AS diperluas untuk kuartal ketiga pada pertumbuhan yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, menurut data Departemen Perdagangan. Dana Moneter Internasional menaikkan prospek untuk perekonomian negara, menurut Managing Director IMF Christine Lagarde. OPEC tidak akan memangkas produksinya karena pertumbuhan permintaan global akan menyerap produksi tambahan minyak mentah, tiga produsen terbesar kelompok tersebut mengatakan pada 21 Desember kemarin. Continue reading

Optimisme Pertumbuhan di AS Mengangkat Saham Hong Kong

Bloomberg (23/12) – Saham-saham Hong Kong menguat, dengan indeks benchmark kota menuju kenaikan terbesar dalam lima minggu terakhir, karena pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat dari estimasi mendorong kepercayaan dan Dana Moneter Internasional mengatakan hal tersebut menaikkan prospek di negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Hong Kong Television Network Ltd melonjak 80 persen setelah mengumumkan rencana untuk memulai layanan mobile TV. China Mobile Ltd, operator terbesar di dunia oleh pengguna, naik 1,4 persen setelah mencapai kesepakatan untuk menjual Apple Inc. iPhone. Prada SpA turun 4,8 persen setelah pembuat tas mewah dari Italia tersebut mengatakan bahwa penjualan kemungkinan meleset dari perkiraan.

Indeks Hang Seng naik 0,7 persen menjadi 22,977.83 pada pukul 1:04 di Hong Kong, bersiap untuk kenaikan terbesar sejak 18 November lalu. Sekitar tiga saham naik untuk setiap yang tergelincir pada volume 33 persen lebih rendah dari rata-rata 30 – hari. Indeks Hang Seng China Enterprises, yang juga dikenal sebagai indeks H – shares, naik 0,6 persen menjadi 10,686.55. Indeks pada 20 Desember ditutup dengan kerugian mingguan terbesar sejak bulan Oktober lalu setelah harga pasar suku bunga mata uang daratan melonjak.(frk)