Bursa Saham AS Ditutup Melemah 0.1% Terkait Stimulus ECB & Penurunan Saham Energi

Bursa Saham AS melemah, setelah kemarin indeks acuan terebut ditutup pada rekornya, pelemahan hari ini akibat penurunan saham perusahaan energi dan ECB (European Central Bank) menyatakan akan menunggu hingga kuartal berikutnya sebelum mempertimbangkan kebijakan stimulus tambahan.

Chevron Corp. tergelincir 1.3% akibat saham energi turun tajam diantara grup lainnya di S&P 500. Microsoft Corp. menguat 1.6% setelah Barnes & Noble Inc. menyatakan akan membeli kembali kepemilikan perusahaanya pada bisnisnya di Nook.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0.1% ke level 2,071.57 pukul 4 sore waktu New York.

Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa para pembuat kebijakan akan menunggu hingga kuartal berikutnya sebelum mempertimbangkan apabila kebijakan stimulus tambahan diperlukan. Komentarnya menurunkan spekulasi bahwa bank sentral bersiap untuk memulai program pembelian obligasi atau yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif. (bgs)

Sumber : Bloomberg

MARKET

Data Properti Suram, Bursa Saham Hong Kong Ditutup Melemah 0.1%

Bursa Saham Hong Kong ditutup melemah pada hari Jumat ini, pelemahan akibat rilis data yang menunjukkan penurunan pada property China dan laba dari mayoritas perusahaan.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 0.1% di level 23,302.20 poin. Sementara Indeks China Enterprises melemah 0.5%.

Selama sepekan terakhir, dua indeks saham tersebut masing-masing mencatat kenaikan sebesar 1.2% dan 1.5%, mencatat gain mingguan tertingginya sejak awal September lalu.

Saham-saham property melemah mengikuti penurunan di bulan ke-5 secara berturut-turut mengenai harga rumah di China pada September lalu dan prospek pasokan rumah susun dalam jumlah lebih banyak di Hong Kong setelah pemerintah berupaya untuk mengendalikan harga.

Saham produsen pembuat kendaraan sport terbesar di China Great Wall Motor melemah 5.1% setelah perusahaan tersebut melaporkan penurunan sebesar 22% pada laba kuartal ketiganya.

Saham Kingsoft Corp turun 11.9% setelah perusahaan itu mengeluarkan peringatan laba pada hari Kamis lalu yang menyatakan bahwa perusahaan akan mengalami rekor penurunan yang signifikan pada laba operasi untuk kuartal ketiganya. (bgs)

Sumber : Reuters

MARKET