Laba Perusahaan Q3 Merosot, Bursa Saham Hong Kong Ditutup Melemah 0.5%

Bursa Saham Hong Kong ditutup melemah pada hari Kamis ini, akibat para investor menjual saham-saham perusahaan yang mencatat labanya menurun pada kuartal ketiga ini.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 0.5% pada level 23,702.04 poin, sementara Indeks China Enterprises melemah 0.9%.

Beberapa mayoritas perusahaan dan  perbankan mencatat laba yang menurun dari perkiraan sebelumnya atau memberikan outlook laba yang pesimis.

Saham BYD Co Ltd melemah 7.8%, West China Cement Ltd merosot 2.5% dan China Citic Bank Corp Ltd menurun 0.8%.

Saham perusahaan minyak negara China PetroChina dan CNOOC Ltd memimpin penurunan, masing-masing melemah 1.9% dan 4.9% setelah mereka melaporkan laba yang mengecewakan pada hari Rabu lalu akibat turunnya harga minyak mentah. (bgs)

Sumber : Reuters

MARKET

Sentimen Pelambatan Ekonomi Global, Bursa Saham Hong Kong Dibuka Melemah 0.5%

Bursa Saham Hong Kong melemah, indeks acuan tersebut menghapus gain pekan lalu, ditengah kekhawatiran mengenai pelambatan pertumbuhan ekonomi global. Sementara saham Agile Property Holdings Ltd. melemah.

Indeks Hang Seng tergelincir 0.5% ke level 22,985.14 pukul 9:03 pagi waktu Hong Kong, merupakan level penutupan terendah sejak 30 September lalu. Indeks Hang Seng China Enterprises atau Indeks H-share melemah 0.5% ke level 10,247.26.

Indeks Hang Seng mengalami penurunan 8.8% dari level tertingginya pada September lalu ditengah ketidakpastian mengenai suku bunga AS dan pengunjuk rasa pro-demokrasi mengganggu sektor bisnis di Hong Kong.

Pekan lalu Federal Reserve menyatakan bahwa kenaikan suku bunga diperkirakan akan ditunda karena pelambatan ekonomi di negara-negara lain yang mengancam pertumbuhan ekonomi AS. Komentar tersebut muncul 3 hari setelah hasil pertemuan bank sentral September lalu menunjukkan bahwa otoritas The Fed menyatakan kehawatirannya mengenai resiko kepada perekonomian AS dengan pelambatan ekonomi tersebut dan menguatnya dollar, yang akan menurunkan ekspor dan inflasi.

Pekan lalu International Monetary Fund menurunkan perkiraannya mengenai pertumbuhan ekonomi global pada 2015 mendatang sebesar 3.8% dari prediksi Juli lalu sebesar 4%. (bgs)

Sumber : Bloomberg

MARKET