Saham AS Ditutup Naik Ditengah Laba GE, S & P 500 Bertahan di 8-Minggu Tertingginya

General Electric Co naik ke tertingginya tujuh tahun di tengah laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, memimpin kenaikan pada bursa saham AS seiring Standard & Poor 500 yang catatkan kenaikan mingguan terpanjangnya secara beruntun sejak Mei lalu.

Ekuitas menjangkau lebih jauh di atas daerah di mana serangkaian rebound terdahulu dari aksi selloff musim panas telah terhenti. Kepemimpinan saat ini bergeser, namun, untuk saham-perawatan kesehatan dan konsumen, bukanlah tim yang tangguh pada bulan ini – sementara energi, baku-bahan dan industri – merupakan kelompok-kelompok tertinggal di tengah kenaikan dolar. GE reli sebesar 3,4 persen ke level tertingginya sejak September 2008.

Indeks S & P 500 naik 0,5 persen pada akhir perdagangan untuk menjadi 2,033.02 pada 4 sore di New York, berada pada level tertingginya delapan minggu.

Yang difokuskan pada hasil kuartalan adalah mengintensifkan, dengan pendapatan anggota di S & P 500 diproyeksikan telah turun sebesar 6,7 persen pada kuartal terakhir. Sektor energi dan perusahaan bahan baku akan menatap penurunan tajam, menurut perkiraan analis yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Morgan Stanley, International Business Machines Corp, Boeing Co dan Microsoft Corp merupakan beberapa dari 118 perusahaan pada indeks yang dijadwalkan untuk memberikan laporannya minggu depan.

Saham telah rebound dari kuartal terburuk mereka selama empat tahun terakhir, sementara sentimen investor berosilasi antara keprihatinan atas efek gejolak perlambatan China, dan optimisme bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunganya hingga pembuat kebijakan merasa puas bahwa turbulensi di luar negeri tidak akan melemahkan pertumbuhan ekonomi AS .

Pedagang sekarang tidak melihat peluang yang lebih baik bahkan dari peningkatan biaya pinjaman sampai Maret tahun depan. Probabilitas peningkatan tahun ini adalah sebesar 34 persen, atau turun dari 39 persen pada minggu lalu, setelah data yang lebih lemah dari perkiraan di Amerika Serikat dan China mendorong keluar harapan untuk meningkatkan suku bunga.

Laporan hari ini beragam, dengan menurunnya produksi pabrik AS pada bulan September untuk bulan kedua terkait tingginya persediaan dan permintaan yang tidak terlalu banyak dari pelanggan luar negeri membuat para produsen Amerika menjadi terhambat. Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa sentimen konsumen naik lebih dari perkiraan pada bulan Oktober terkait tingkat penghasilan yang rendah di Amerika diproyeksikan untuk mendapat kenaikan upah hingga akan mempercepat dan menurunkan harga sektor energi yang membantu melonggarkan pendapatan.(mrv)

Sumber: Bloomberg

MARKET