Bursa Saham Hong Kong Sesi 1 Rally Pasca Polisi Membubarkan Barikade

Bursa saham Hong Kong naik, dengan indeks acuan menghapus penurunan pasca polisi membubarkan barikade protes pro-demokrasi di distrik bisnis kota.

Saham Wharf Holdings Ltd (4), perusahaan properti yang mendapat lebih dari setengah pendapatan di Hong Kong, naik sebesar 1,7 persen seiring perusahaan pengembang memimpin kenaikan. Saham Chow Tai Fook Jewellery Group Ltd, yang telah menutup beberapa toko di tengah kota, menguat sebesar 1,8 persen. Saham HSBC Holdings Plc naik sebesar 1,3 persen, dengan pemberi pinjaman memberikan dorongan terbesar untuk indeks acuan. Saham Agile Property Holdings Ltd, anjlok sebesar 17 persen kemarin, sebelumnya melonjak sebesar 5,3 persen.

Indeks Hang Seng naik sebesar 0,7 persen ke level 23,294.66 pada sesi 1 perdagangan di Hong Kong setelah sebelumnya jatuh sebesar 0,4 persen. Volatilitas pada indeks acuan melemah sebesar 5,6 persen setelah kemarin naik ke level 8 bulan tertingginya. Indeks Hang Seng China Enterprises naik sebesar 0,8 persen ke level 10,367.14 hari ini. Ratusan polisi pagi ini ditarik ke bawah tenda dan rintangan bambu memblokir tombol Queensway raya. (knc)

Sumber : Bloomberg

MARKET

Polisi Hong Kong bongkar barikade

Polisi di Hong Kong mulai memindahkan sejumlah barikade di pusat kota yang didirikan oleh para pengunjuk rasa prodemokrasi, yang menggelar aksi selama lebih dari dua pekan.

Pernyataan yang dikeluarkan polisi pada Senin (13/10) menyebutkan, pemindahan perintang ini dimaksudkan untuk melancarkan arus lalu lintas, bukan untuk membersihkan tempat-tempat yang dipakai untuk melakukan demonstrasi.

Para aktivis telah kembali ke area yang dipakai untuk menggelar aksi agar polisi tidak bisa mengosongkan tempat ini.

Sehari sebelumnya pemimpin Hong Kong, CY Leung, menegaskan bahwa para pemimpin Cina tidak akan berubah pikiran soal reformasi konstitusional.

Pemerintah Cina di Beijing setuju menggelar pemilihan secara langsung pada 2017 untuk memilih pemimpin Hong Kong, namun calon-calon yang maju di pemilihan ini harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

CY Leung juga mengatakan masih membuka kemungkinan bagi aparat keamanan untuk memakai cara-cara kekerasan demi mengakhiri unjuk rasa.

Jumlah pengunjuk rasa di Hong Kong fluktuatif dari hari ke hari, namun ratusan orang masih bertahan di pusat kota.

Sumber : BBC


GLOBAL
Sumber : BPFNews.Com