Hong Kong Shares Post 3rd Week of Gains, Aided By Beijing Stimulus Hopes

Hong Kong shares rose to a two-month high on Friday, on hopes for more stimulus moves by Beijing and rising expectations that the United States won’t raise interest rates this year.

The Hang Seng index rose 0.8 percent to 23,067.37. The China Enterprises Index also gained 0.8 percent, to 10,637.01 points.

Both indexes rose for a third straight week. This week, Hang Seng climbed 0.8 percent, while CSCE advanced 2.2 percent.

Performance of main sectors was mixed. Financial stocks posted robust gains, but consumer goods, energy and utility stocks sagged.

Among the most actively traded stocks on Hong Kong’s main board were Ngaishun Hold, down 12.0 percent to HK$ 0.02 Ali Pictures, up 13.2 percent to HK$ 2.15 and CCT Land , unchanged at HK$ 0.02.

Total trading volume of companies included in the HSI index was 2.0 billion shares.

Source : Reuters

MARKET

Menteri Keuangan APEC Bertemu di Beijing

Agenda terpenting dari konferensi menteri keuangan APEC di Beijing minggu  ini adalah menggairahkan kembali ekonomi China.

PDB China naik 7,3 persen dalam kuartal ke 3. Ini terendah sejak 2009, ketika ekonomi masih berusaha pulih dari krisis finansial global. Laju pertumbuhan juga lebih rendah dari target pemerintah.

Ekonomi lamban akan menjadi isu utama dalam pertemuan menteri-menteri keuangan APEC minggu ini di Beijing. Menteri keuangan dari 21 negara anggota APEC, pemimpin organisasi internasional, dan eksekutif sektor swasta akan hadir dalam pertemuan yang dimulai Senin itu.

Jubir Menlu China Hua Chunying menjelaskan sasaran pertemuan minggu ini.

Hua mengatakan, tema pertemuan adalah membina masa depan lewat kemitraan di Asia. Pertemuan menteri-menteri keuangan akan mencapai tiga sasaran, kata Hua, pertama stabilitas keuangan dan sumbangan pada penguatan ekonomi di Asia. China juga akan memperagakan tekadnya untuk memperkuat reformasi dan menciptakan kondisi kondusif bagi pertemuan pemimpin negara-negara APEC pada permulaan November.

Sebelumnya, PM Li Keqiang mengatakan, pertumbuhan lebih lambat merupakan bagian dari rencana pemerintah China untuk memprioritaskan reformasi ketimbang pembangunan ekonomi yang cepat. Dia dan pemimpin pemerintah lain berjanji mengurangi hutang pemerintah dan meningkatkan konsumsi domestik.

Wang Dong, profesor di Universitas Peking mengatakan, “Saya rasa ekonomi China melamban karena ada sebuah kebutuhan, pemimpin China lebih prihatin dengan kualitas pertumbuhan dan bukan kuantitas. Saya rasa ini beralasan dan inilah cara mengarahkan ekonomi China.”

Pertemuan menteri keuangan APEC minggu ini juga akan membahas usul China bagi pembentukan sebuah Bank Pembangunan Sarana Asia, yang akan menyaingi Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia di masa depan. Bank ini akan mendanai pembangunan sarana di seluruh Asia dan China melobi negara-negara lain agar menambah modal awal yang dijanjikan Beijing senilai 50 miliar dolar.

Sumber : VOA


GLOBAL
Sumber : BPFNews.Com