Pemerintah dan demonstran Hong Kong berunding

Pemerintah Hong Kong akan berunding dengan para pemimpin demonstran di tengah unjuk rasa pro-demokrasi yang telah memasuki minggu keempat.

Dalam perundingan, yang akan disiarkan secara langsung oleh televisi itu, perwakilan mahasiswa menginginkan masyarakat bebas memberikan hak suaranya untuk memilih kepala eksekutif wilayah pada 2017.

Namun pejabat Hong Kong dan Beijing menyatakan permintaan tidak mungkin dilaksanakan.

Para pemrotes memblokir daerah penting di kota, meski jumlah mereka menurun sejak protes dimulai.

Wartawan BBC Juliana Liu di Hong Kong mengatakan meskipun para demonstran mengetahui bahwa keinginan mereka mungkin tidak akan tercapai, mereka tetap tinggal di jalan-jalan untuk menunjukkan kepada para penguasa bahwa perjuangan untuk reformasi demokrasi adalah pertarungan jangka panjang.

Carrie Lam seorang sejabat senior akan mewakili pihak pemerintah untuk berunding dengan pihak demonstran yang diwakili oleh lima orang mahasiswa.

Sumber : BBC


GLOBAL
Sumber : BPFNews.Com

Pemimpin Protes Hong Kong Siap Berunding dengan Pemerintah

Pemimpin mahasiswa Hong Kong, yang memimpin demonstrasi massal berhari-hari, sepakat berunding pada saat-saat terakhir dengan pemerintah pro-Beijing untuk meredakan krisis yang telah melumpuhkan sebagian besar kota Hong Kong.

Kesepakatan tersebut, diumumkan Jumat (3/10) pagi, hanya beberapa jam setelah kepala eksekutif yang diprotes di wilayah itu menyampaikan tawaran bertemu dengan para pemimpin demonstrasi. Dalam tawaran itu, Kepala Eksekutif Leung Chun-ying menolak tuntutan utama mahasiswa agar ia mundur.

Sebelumnya dalam konferensi pers Kamis malam waktu setempat, Leung Chun-ying mengatakan ia akan meminta kepala sekretarisnya, Carrie Lam, untuk bertemu dengan para demonstran guna membahas “perkembangan konstitusional.” Carrie Lam kemudian mengontak Federasi Mahasiswa Hong Kong dan meminta pertemuan dilakukan sesegera mungkin.

Leung membuat pernyataan sebelum batas waktu baginya untuk mengundurkan diri pada Kamis tengah malam. Kepala eksekutif Hong Kong itu menghimbau para demonstran menjauh dari gedung pemerintah dan markas polisi serta kediaman kepala eksekutif.

Sementara, pemimpin demonstrasi Hong Kong mengancam akan menyerbu gedung-gedung pemerintah jika Leung menolak mengundurkan diri. Tapi setelah batas waktu pengunduran diri berlalu, dilaporkan tidak terjadi kekerasan di dekat kantor-kantor pemerintah, yang dikelilingi kerumunan mahasiswa dan dijaga ketat polisi.

Kelompok pro-demokrasi yang dikenal Occupy Central menyambut baik kesepakatan itu dan mengatakan para pemimpin “berharap pembicaraan itu dapat menjadi titik balik dalam kebuntuan politik saat ini.” Tapi Occupy Central, seperti kelompok-kelompok mahasiswa lain yang ikut demonstrasi ini, juga menuntut agar Leung mengundurkan diri.

Sumber : VOA


GLOBAL
Sumber : BPFNews.Com