Indeks S&P 500 ditutup Mendatar ditengah Aksi Selloff Saham Bioteknologi

Indeks S&P 500 ditutup mendatar, mengirim indeks acuan turun mencatat penurunan untuk pekan kedua berturut-turut seiring merosotnya saham bioteknologi menuju fase bearish, mengagal reli yang dipimpin oleh saham Nike Inc.

Indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1 persen ke level 1,931.51 pukul 16:00 di New York, pasca sebelumnya naik sebanyak 1,1 persen. Indeks Nasdaq Composite merosot sebesar 1 persen, menghapus penguatan sebessar 1,1 persen, sementara Indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 0,7 persen, ditopang penguatan saham Nike.

Ekuitas awalnya menguat pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan dalam pidatonya pasca penutupan pasar kemarin bahwa bank sentral tetap akan menaikan menaikkan suku bunga tahun ini. Pernyataan Yellen didukung keyakinan ekonomi cukup kokoh untuk menahan kenaikan suku bunga. Dia mengakui bahwa ekonomi “kejutan” dapat menyebabkan pembuat kebijakan untuk mengubah rencana itu.

The Fed memberikan kejelasan terkait kenaikan suku bunga Kamis kemarin, pejabat otoritas The Fed mengatakan tengah mempertimbangkan risiko spillover terhadap ekonomi AS dari gejolak di pasar global. Yang memicu penurunan ekuitas AS dalam lima dari enam sesi terakhir jelang pidato Yellen. Aksi jual yang sempat terputus pada hari Senin ketika para pejabat The Fed mengatakan tetap menjamin kenaikan suku bunga pada 2015. Pedagang terbagi pada apakah itu akan terjadi, di sekitar 44 persen kemungkinan kenaikan pada bulan Desember dan kemungkinan sekitar 52 persen dari pada bulan Januari.

Menenagkan lebih lanjut beberapa kekhawatiran investor tentang dampak dari penurunan pasar negara berkembang, menurut rilis data hari ini yang menunjukkan ekonomi terbesar dunia meningkat melebih dari perkiraan sebelumnya pada kuartal kedua. Pertumbuhan didorong oleh kenaikan belanja konsumen dan konstruksi. Sebuah laporan terpisah menunjukkan angka pembacaan indeks sentimen konsumen untuk September turun kurang dari perkiraan, meskipun mencapai level terendah dalam hampir setahun terakhir. (izr)

Sumber: Bloomberg

MARKET