Penguatan Saham Engineering Dorong Saham China Menuju Gain Bulanan

Saham China bersiap untuk kenaikan bulanan sebelum dimulainya pertemuan Kongres Rakyat Nasional tahunan pekan depan, sementara yuan melemah.

Indeks Shanghai Composite naik sebesar 0,2 persen ke level 3,304.53 pukul 10:07 pagi waktu setempat. Indeks itu telah naik sebesar 3 persen selama bulan liburan singkat. Indeks melonjak sebesar 2,2 persen kemarin pasca Perdana Menteri Li Keqiang menyerukan kebijakan fiskal yang lebih aktif dan publikasi bank sentral mengatakan pelonggaran basis moneter tambahan diperlukan.

Indeks CSI 300 naik sebesar 0,2 persen, Indeks Hang Seng mendatar, sementara indeks Hang Seng China Enterprises turun sebesar 0,1 persen. Indeks China-AS Bloomberg, indeks perusahaan China yang terdaftar yang paling diperdagangkan di AS, menguat sebesar 0,4 persen di New York.

China harus melonggarkan kebijakan basis moneter moneternya untuk mengurangi dampak perlambatan ekonomi terkait melemahnya data pekerjaan, menurut sebuah komentar di China Securities Journal, sementara sebuah artikel di Bank Rakyat China surat kabar yang terbit kemarin mengatakan bank sentral harus memotong rasio cadangan yang diperlukan untuk bank kreditur. Prospek ekspor China pada tahun 2015 masih “suram,” kata Menteri Perdagangan Gao Hucheng Kamis.

Sementara itu, yuan melemah sebesar 0,16 persen ke level 6,2690 per dolar. (izr)

Sumber: Bloomberg

MARKET

Bursa AS Turun Seiring Saham Industri Energi Dorong Mayoritas Bursa Saham Melemah

Minyak mentah turun di bawah level $ 50 sehingga mengirim indeks Standard & Poor 500 turun ke ke level terendahnya sejak Oktober lalu, karena selisih dari penjualan industri energi di tengah kekhawatiran bahwa pemangkasan pengeluaran modal akan merugikan pendapatan.

Saham energi di S&P 500 turun 4 % karena West Texas Intermediate melemah ke level terendah sejak April 2009 lalu. Saham Exxon Mobil Corp turun 2,7 % dan Chevron Corp. melemah 3,9 %. Caterpillar Inc turun 5,3 % dan indeks saham kereta api kehilangan 3,2 % karena kekhawatiran bahwa pelemahan saham energi dapat merugikan belanja modal peralatan dan transportasi minyak mentah.

Indeks S&P 500 turun 1,8 % ke level 2,020.90 pukul 04:00 sore di New York, selama empat hari pertama secara  beruntun sejak 2013 lalu. Penurunan indeks tersebut di bawah harga rata-rata selama 50 hari terakhir. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average turun 327,49 poin, atau 1,8 %, ke level  17,505.50.

Sementara ke-10 industri utama di S&P 500 turun hari ini, dengan saham produsen bahan industrials masing-masing turun lebih dari 2 %, saham energi berayun untuk memperpanjang aksi jual yang dimulai Juni lalu. Sementara saham Denbury Resources Inc melemah 8 % dan Noble Energy Inc anjlok 9,6 % yang merupakan penurunan terbesar di S&P 500. (vck)

Sumber: Bloomberg

MARKET