Bursa AS Berfluktuasi Terkait Kekhawatiran Ebola

Saham-saham AS berfluktuasi, dengan indeks Standard & Poor 500 ditetapkan untuk mingguan terbaik sejak 2013, setelah seorang dokter di New York positif terjangkit Ebola dan investor mempertimbangkan pendapatan dari perusahaan termasuk Amazon.com Inc. dan United Parcel Service Inc.

Saham Amazon turun 8% setelah membukukan kerugian yang lebih luas dari perkiraan analis. Saham Pandora Media Inc. anjlok 9,4% setelah melaporkan perlambatan pertumbuhan pengguna. Saham Microsoft Corp. naik 4,1% setelah pendapatan mengalahkan prediksi. Sementara saham UPS naik 2,3% setelah laba perusahaan melampaui estimasi.

Indeks S&P 500 naik 0,1% menjadi 1,952.82 pada pukul 09:32 pagi di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 12.30 poin ke 16,690.20.

Indeks S&P 500 menguat 1,2% kemarin dan naik 3,4% dalam minggu ini, menuju reli terbesar sejak Januari 2013 setelah hasil perusahaan melebihi proyeksi dan adanya data yang menandakan pertumbuhan yang lebih kuat dalam ekonomi global.(frk)

Sumber : Bloomberg

MARKET

Satu Juta Vaksin Ebola Akan Diproduksi

Satu juta dosis vaksin Ebola akan diproduksi akhir tahun 2015, ungkap Badan Kesehatan Dunia (WHO), sementara penularan pertama terjadi di Mali dan di New York.

Dikatakan “beberapa ratus ribu” vaksin akan diproduksi pada semester pertama tahun 2015.

Vaksin bisa disiapkan bagi para petugas kesehatan di Afrika Barat secepatnya pada Desember 2014.

Namun, WHO memperingatkan bahwa vaksin tidak akan menjadi “peluru ajaib” untuk mengakhiri wabah Ebola.

Belum ada obat atau vaksin yang terbukti ampuh untuk Ebola.

Menanggapi wabah penyakit terbesar dalam sejarah, WHO sedang mempercepat proses pengembangan vaksin.

Biasanya dibutuhkan beberapa tahun untuk memproduksi dan menguji coba vaksin, tetapi produsen obat sekarang bekerja dalam rentang beberapa pekan.

Sumber: BBC


GLOBAL
Sumber : BPFNews.Com