Saham AS Bergerak Fluktuatif ditengah Pembicaraan Hutang Yunani

Saham AS berfluktuasi, pasca penurunan selama dua hari terakhir, seiring pembicaraan hutang Yunani terus bergulir dan saham Nike Inc naik setelah membukukan laba yang lebih baik dari estimasi.

Indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 persen ke level 2,103.99 pukul 09:32 pagi di New York, pasca indeks yang acuan telah mencatat penurunan sebesar 0,4 persen pekan ini hingga Kamis kemarin.

FTSE Russell menyimpulkan revisi tahunan indeks saham acuan, biasanya memacu salah satu sesi tersibuk tahun. Sekitar 5,7 triliun mengacu ke Russell indeks di seluruh dunia, termasuk US$ 800 miliar produk pasif seperti reksadana yang diperdagangkan di bursa.

Pemulihan tahun lalu pada 27 Juni lalu membantu mendorong lonjakan volume sebesar 8,05 miliar saham, tertinggi dalam 11-tahun terakhir. Dalam tiga dari empat tahun sebelumnya, hari pemulihan peringkat di atas lima sesi perdagangan tersibuk, data yang dihimpun oleh Bloomberg menunjukkan. (izr)

Sumber: Bloomberg

MARKET

Bursa Saham China bergerak Fluktuatif ditengah Pertumbuhan Data Pabrik

Bursa saham China berayun antara keuntungan dan kerugian pasca data menunjukkan kinerja sektor manufaktur China tumbuh bulan lalu di laju tercepat dalam lebih dari dua tahun terakhir dimentahkan oleh aksi jual saham global.

Indeks Shanghai Composite naik sebeesar 0,1 persen ke level 2,202.84 pukul 09:53 pasca merosot sebesar 0,3 persen sebelumnya. Indeks menguat sebesar 7,5 persen bulan lalu di tengah tanda-tanda pelonggaran kebijakan moneter bersama dengan pengeluaran pemerintah yang dipercepat dan keuntungan dalam industri manufaktur. MSCI All-Country World Index anjlok sebesar 1,5 persen kemarin, terbesar sejak Februari karena mengecewakannya laporan pendapatan perusahaan dan default (gagal bayar) hutang Argentina memicu kekhawatiran pasar kredit akan memburuk.

Indeks CSI 300 naik sebesar 0,2 persen. Indeks Hang Seng China Enterprises turun sebesar 0,8 persen. Indeks saham China Bloomberg yang paling diperdagangkan di AS turun sebesar 1,5 persen kemarin.

Seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi tahun ini, perdana menteri Li Keqiang mengeluarkan stimulus dengan mengedepankan belanja kereta api, memotong persyaratan rasio cadangan untuk beberapa bank kreditur dan mengurangi pajak. Pertumbuhan dipercepat untuk pertama kalinya dalam tiga kuartal pada periode April-Juni lalu, meningkat sebesar 7,5 persen dari tahun sebelumnya dan sesuai dengan Target Li untuk 2014. (izr)

Sumber: Bloomberg

MARKET