IMF: Ekonomi Global Hadapi Risiko Pertumbuhan Rendah

Direktur IMF Christine Lagarde Kamis (9/10) mengatakan ekonomi global menghadapi risiko pertumbuhan rendah dan tidak merata.

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan ekonomi global menghadapi “risiko baru yang biasa-biasa saja, di mana pertumbuhan rendah dan tidak merata.”

Christine Lagarde menyampaikan penilaiannya tentang perkiraan ekonomi dunia kepada para pemimpin sektor keuangan internasional dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia hari Kamis di Washington. Kedua lembaga tersebut secara rutin memberi pinjaman miliaran dolar ke negara-negara bermasalah untuk membantu mengatasi kesulitan keuangan mereka.

IMF pekan ini mengatakan pertumbuhan ekonomi global melambat, dengan proyeksi ke depan 3,3 persen tahun ini dan 3,8 persen pada tahun 2015, keduanya lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Christine Lagarde mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak merata di seluruh dunia, di mana pertumbuhan di beberapa negara jauh lebih baik dibanding lainnya.

Sumber : VOA


FISCAL & MONETARY
Sumber : BPFNews.Com

AS Desak Hong Kong Menahan Diri Hadapi Demostran

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mendesak pemerintah Hong Kong untuk menahan diri menghadapi para pengunjuk rasa prodemokrasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Kerry bertemu Menlu Cina Wang Yi di Departemen Luar Negeri AS di Washington, hari Rabu (01/10).

“Kami meyakini adanya masyarakat yang terbuka, dengan otonomi penuh, dan berdasarkan tatanan hukum, sistem seperti ini penting bagi kemakmuran dan stabilitas Hong Kong,” kata Kerry.

“Kami sungguh berharap pemerintah Hong Kong bisa menahan diri sepenuhnya dan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat mereka secara damai,” tegas Kerry.

Menanggapi desakan ini, Menlu Wang Yi mengatakan negara-negara asing tidak sepantasnya terlibat dalam urusan dalam negeri Cina.

“Saya yakin tidak ada satu negara pun di dunia yang akan membiarkan tindakan ilegal, yang mengganggu ketertiban umum. Ini situasi di Amerika, dan prinsip yang sama juga berlaku di Hong Kong,” kata Wang Yi.

Para mahasiswa yang memimpin unjuk rasa di Hong Kong mengancam akan menduduki gedung-gedung pemerintah jika pemimpin Hong Kong CY Leung tidak meletakkan jabatan hingga hari Kamis (02/10).

Para demonstran menolak calon-calon pemimpin Hong Kong pilihan pemerintah di Beijing, yang rencananya akan ditentukan melalui pemilu pada 2017.

Sumber: BBC

 


GLOBAL
Sumber : BPFNews.Com