Hary Tanoe: Dulu kita lebih maju dari China

Merdeka.com – Setelah gagal menjadi calon wakil presiden, CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo membocorkan alasan di balik terjunnya dia ke dunia politik. Dia mengaku ikut turun ke dunia politik karena merasa Indonesia butuh perbaikan untuk kehidupan lebih baik. HT panggilan akrabnya menyebut pengusaha harus mau melepas kemapanannya untuk berjuang memperbaiki bangsa.

Hary Tanoe mengambil contoh satu hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan, yakni pendapatan per kapita. Pada 1990-an, pendapatan per kapita Indonesia disebut lebih tinggi dari China, Malaysia dan Singapura. Namun sekarang Indonesia justru berada jauh di negara tersebut.

“Saya tidak akan ke politik kalau Indonesia masih bisa diperbaiki. Sekarang banyak yang harus diperbaiki. Tahun 1990 awal pendapatan per kapita kita lebih tinggi dari China, Malaysia dan Singapura. Mungkin karena Malaysia dan Singapura kecil mungkin lebih mudah mengelolanya. Tapi Indonesia sekarang kita lihat kenapa karena masih banyak orang di bawah garis kemiskinan,” ucap HT di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (9/6) malam.

Dia yakin,jika pertumbuhan ekonomi nasional bisa menyentuh level 8-9 persen, diperkirakan pada kurun waktu 10 tahun ke depan pertumbuhan per kapita Indonesia bisa mencapai USD 11.000-12.000.

Dia memandang, ekonomi Indonesia memang sudah tumbuh tinggi. Namun hanya dinikmati masyarakat kelas menengah dan kaya. Ini membuktikan adanya permasalahan.

“Selain itu tax ratio kita masih di bawah 12 persen dan jauh di bawah negara lain. Begitu pun sektor pariwisata sangat belum dimanfaatkan,” singkatnya.